Naskah Kata Sambutan Wakil Wisudawan ITB pada Sidang Wisuda Kedua ITB tahun ajaran 2008/2009

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Selamat Siang!

Perkenalkan nama saya Ronald Nehemia Marulitua Sinaga, dari Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. Izinkan saya berdiri di sini mewakili teman-teman wisudawan/wisudawati untuk menyampaikan sepatah dua kata pada hari yang berbahagia ini. Kita panjatkan puji Syukur ke hadapan Tuhan yang Maha Esa karena atas anugerahNya Sidang Wisuda Institut Teknologi ITB April 2009 dapat terlaksana pada hari ini. Pada hari ini 1319 mahasiswa ITB yang meliputi 860 mahasiswa Sarjana, 448 Magister, dan 11 Doktor telah dilantik tanda telah menamatkan masa studinya di ITB. Bagi ITB ini adalah salah satu wujud akuntabilitas yang dimilikinya sebagai institusi yang bertanggungjawab atas pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi untuk mengawal perkembangan bangsa Indonesia sesuai dengan visi yang dimilikinya.

Hari ini saya ingin mengajak seluruh hadirin untuk memaknai kembali ITB dan peranya sebagai Institut yang sering kali didaulat “terbaik” oleh masyarakat. Institut Teknologi Bandung bukan hanya menjadi pusat pendidikan tetapi juga merupakan pusat kebudayaan, di mana ITB bukan hanya menghasilkan lulusan-lulusan saja tetapi harus mampu mengembangkan potensinya untuk menjadi rujukan masyarakat dalam membangun Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur. Sesuai  dengan visi ITB 2010 sebagai word class research university ITB perlu meningkatkan diri agar mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang mampu memecahkan permasalahan bangsa. Sudah saatnya kita memposisikan ITB sebagai pusat peradaban bangsa, tidak hanya memecahkan persoalan, namun juga mampu merancang pengembangan masa depan Indonesia.

Tahun 2009 ini kita tiba pada momen Dies Emas, di mana pada usia emasnya ini ITB harus melakukan reflekasi akan perannya sebagai pusat peradaban bangsa Indonesia. Apakah ITB benar-benar telah menjadi rujukan untuk solusi masalah yang terdapat dalam masyarakat? Apakah ITB telah mampu bekerja sama dengan pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat madani yang kita dambakan? Apakah lulusan-lulusan ITB telah menjadi panutan-panutan dalam masyarakat yang mampu menggerakkan masyarakat untuk mengatasi masalah yang dihadapinya?

Izinkan saya mewakili wisudawan pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada ITB yang memberikan kami, semua mahasiswa ITB, kesempatan untuk berperan serta mengemban esensi eksistensi ITB tersebut. Terima kasih untuk seluruh pimpinan ITB, seluruh pimpinan sekolah/ fakultas, dosen-dosen, dan seluruh staff non akademik yang telah membantu dan memfasilitasi kami dalam mendalami keilmuan kami, dalam mencari potensi diri kami, dan merancang agar potensi tersebut dapat berbuah sesuai dengan keberadaan kami sebagai insan akademis ITB yang memiliki amanah untuk mengemban amanah yang juga diemban oleh ITB. Terima kasih untuk kelas-kelas kuliah, untuk inspirasi-inspirasi, untuk perdebatan-perdebatan ilmiah, untuk canda dan tawa, yang semuanya penting dalam proses pendewasaan kami sebagai-sebagai insan-insan akademis.

Rasa terima kasih yang tidak akan pernah henti-hentinya kami persembahkan kepada orangtua dan keluarga kami, yang merupakan lingkungan pendidikan pertama dan terpenting buat kami. Budi pekerti baik, integritas, dan bagian-bagian penting dalam diri kami ditempa di bawah bimbingan orangtua di dalam keluarga. Segala yang kami capai saat ini adalah berkat kerja keras, kesabaran, dan kasih sayang mereka. Semoga seluruh nilai yang telah ditanamkan dan bimbingan yang diberikan, mampu bersinergi dengan semua hal yang kami peroleh di ITB, sehingga kami menjadi insan-insan ITB yang memiliki karakter dalam mengembang amanah kami. Ayah Ibu tersayang, rasanya baru kemarin Ayah dan Ibu mengantar kami ke sidang terbuka, hari pertama kami didaulat sebagai peserta didik institusi ini. Waktu berjalan dengan cepat, dan kini kami telah bertransformasi menjadi lulusan sarjana dan pasca sarjana yang tidak hanya memiliki pengetahuan, namun mengemban misi untuk mengeluarkan Indonesia dari krisis berkepanjangan. Hal yang sangat sulit dan membutuhkan kesabaran dan konsistensi untuk memperbaikinya, namun dengan doa Ayah Ibu, kami tentu bisa menuntaskan tugas besar ini dengan baik, sebagaimana kepercayaan dan dukungan Ayah Ibu yang telah menjadi energi terkuat kami untuk menyelesaikan studi di ITB.

Rekan-rekan wisudawan,

Harus kita sadari bahwa momen pelantikan wisuda ITB bukan hanya merupakan momen suka cita atas selesainya masa studi kita, momen wisuda ini juga merupakan momen untuk merefleksikan makna dari lulusnya kita dari ITB dan amanah yang dimiliki ITB sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Institut Teknologi Bandung didirikan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan adalah milik masyarakat Indonesia. Hanya 2% dari penduduk yang menikmati pendidikan tinggi, dan tentunya 98% sisanya, mengharapkan bahwa 2% orang-orang yang terpilih tersebut mampu menjadi motor dalam terwujudnya masyarakat ideal yang menjadi harapan dari seluruh masyarakat Indonesia. Apapun yang kita lakukan setelah ini, menjadi politikus, akademisi, peneliti, wirausahawan, penggerak LSM, dll, pastikan bahwa teman-teman semua menjadi seorang negarawan yang paham masalah masyarakat, paham kondisi masyarakat yang ideal, dan paham menyusun langkah-langkah untuk mencapai kondisi masyarakat yang ideal dengan potensi yang ada. Tanggung jawab kita setelah ini bukan hanya mensejahterakan diri sendiri tetapi juga masyarakat yang memiliki ITB, ternasuk kita sebagai alumni. Saat masuk ke institut ini kita harus “menyisihkan” banyak orang lain, sengaja atau tidak, kita adalah orang-orang terpilih, maka kita pun harus berlaku seperti orang-orang terpilih. Orang-orang yang mau mengerti masalah bangsa, berani berbuat lebih buat untuk bangsanya, dan paham bagaimana caranya mengatasi permasalahan bangsanya.

Tak dapat kita pungkiri bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam keadaan yang terpuruk. Kita tertinggal di banyak lini mulai dari ekonomi sampai teknologi. Kehidupan bangsa kita sangat tergantung pada bangsa-bangsa lain, Indonesia adalah negara yang tidak mandiri, tidak menikmati kemerdekaanya. Banyak penduduk kita bahkan tidak punya mimpi akan kehidupan yang makmur dan sejahtera, karena untuk memenuhi kebutuhan dasarnya saja sulit. Di sinilah peran ITB penting untuk mampu mengolah idealitas-idealitas yang tumbuh di kampus, dan menyusun serta mengimplementasikan langkah-langkah untuk mewujudkan idealitas tersebut dalam kehidupan masyarakat. Sesungguhnya, masyarakat menggantungkan impianya akan idealitas science, art, dan technology dalam kehidupan mereka pada ITB.

ITB tidak mungkin mengharapkan lembaga lain menyelesaikan persoalan teknologi di Indonesia. Untuk itu, teknologi yang keIndonesiaan harus menjadi karakter kita, sebagai lulusan ITB yang mengamalkan nilai-nilai ITB, yaitu, kepeloporan, kejuangan, keunggulan, dan pengabdian masyarakat. Kita harus menjaga integritas kita sebagai Sarjana, Master, atau Doktor lulusan ITB, kata “ITB” di ijazah kita merupakan amanah besar, yang merupakan konsekuensi dari karunia yang kita peroleh untuk boleh berada di ITB, yang harus mampu kita tunaikan. Kata ITB di ijazah kita merupakan tanda seseorang yang memiliki penguasaan baik akan suatu ilmu dengan nilai-nilai utama kepeloporan, kejuangan, keunggulan, dan pengabdian masyarakat. Pastikan kita tetap berintegritas dengan kata ITB dalam ijazah kita tersebut.

Saat ini masalah-masalah yang ada bukanlah lagi masalah-masalah sektoral dan memiliki solusi close-ended. Masalah-masalah yang ada memerlukan penyelesaian holistik dengan cara penyelesaian yang tidak baku. Oleh karena itu kita harus sering mengasah keahlian kita dan memiliki keterbukaan pikiran untuk belajar dari berbagai sumber pembelajaran. Persoalan dan masa depan bangsa akan menjadi menjadi semangat dasar civitas akademikas ITB dalam mengembangkan keilmuanya di berbagai bidang, yaitu art, science, technology, (dan kini humaniora). Kolaborasi lintas bidang keilmuan merupakan konsekuensi logis, dan sekat antar bidang tidak relevan lagi kita perbincangkan. Seluruh kegiatan di ITB oleh seluruh elemennya, mulai dari pimpinan ITB, dosen, mahasiswa, staff, dan seluruh elemen yang ada, harus mampu bersinergi dan mendukung visi ITB. Institut Teknologi Bandung dan alumninya sudah tidak lagi dapat bekerja sendiri, harus ada simbiosis yang baik dengan pemerintah, industri, serta masyarakat sendiri. Kolaborasi ini memungkinkan munculnya solusi-solusi yang holistik dan kreatif serta inovatif.

Pertanyaannya, apakah kita siap bertemu dengan persoalan sebenarnya?

Apakah kita siap untuk berkolaborasi?

Apakah kita siap untuk bertanggungjawab atas keilmuan kita?

Kelulusan bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan sesungguhnya. Setelah berusaha mengenali diri kita dan mengembangkan potensi yang kita miliki selama mengikuti proses pendidikan di ITB, kini kita tiba di dunia yang sesungguhnya. Hari ini kita harus bangga, bukan hanya karena pencapaian akademis yang kita dapatkan, kita harus bangga karena mulai hari ini kita memperoleh amanah baru untuk menjadi scientist-scientist, seniman-seniman, dan engineer-engineer yang mampu menjadi orang hebat untuk masyarakatnya, mampu merekayasa keadaan masyarakat agar mampu menjadi masyarakat ideal yang mandiri dan sejahtera.

Mari kita perjuangkan mimpi Indonesia mandiri,

Mari kita jadi orang-orang yang berani menggagas, berubah, dan berkarya,

Mari kita penuhi panggilan kita sebagai bagian dari ITB,

Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater. Merdeka!

Salam Ganesha!!!!!!

Ronald Nehemia Marulitua Sinaga
NIM. 13204025
Program Studi Teknik Elektro
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Institut Teknologi Bandung

One response to “Naskah Kata Sambutan Wakil Wisudawan ITB pada Sidang Wisuda Kedua ITB tahun ajaran 2008/2009

  1. dikha ayu kurnia

    good evening Mr. Ronald,

    i wanna say thank you, bcoz i”ve got inspiration after i read ur speech in your graduation day..

    how is ur feeling when u read it in front of ur friends? i think ur parents proud of you..

    1st September 2009 is my big day, bcoz i will follow ur way to stand up in podium. Hopefully, everything will be okay, amien

    Regards
    Ns. Dikha Ayu Kurnia, S. Kep
    Faculty of Nursing
    University of Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s