GKN? Apaan tuh?

GKN – Gerakan Kebangkitan Nasional?
oleh: Nehemia Sinaga

logogknAkhirnya kesampean juga nulis tentang hal ini.

GKN ato akrab dipanggil Gerakan Kebangkitan Nasional, slidenya bisa diliat di

http://www.slideshare.net/kmitb/gkn-km-itb-0809

Mungkin banyak yang udah pernah denger, mungkin banyak yang belum. Mungkin buat teman2 di ITB sudah beberapa kali liat logonya, sebuah  kapal2an dari kertas berwarna merah dengan tulisan warna putih “GKN” (yang bikin logonya namanya Febrian Adiputra DKV ITB 2006).

Ada yang udah ngerti GKN, ada yang ga peduli, ada juga yang pengen tau. Hohoho… Pengen cerita nih ttg GKN. Di tulisan ini saya cuma mau bercerita, makanya ga ada data2, ga ada studi literatur, semuanya murni pandangan saya sebagai manusia terhadap sebuah pemikiran yang saya yakini. Saya mengenal GKN dari teman saya yang sudah saya kenal dari tingkat 1, dulu kami sempat merencanakan membuat sebuah buku foto kota Bandung, dulu kita sama2 kru fotografi di LFM.

Tingkat 4, saya memutuskan untuk terlibat di Kabinet KM ITB 2009/2010, sebuah keputusan yang berat, namun tidak pernah saya sesali sampai saat ini. GKN adalah hal yang menjadi mimpi bersama kabinet. Dan ternyata GKN adalah mimpi yang selama ini saya rasa, namun selalu sulit bagi saya untuk GKN adalah sebuah perspektif baru, sebuah pola pikir di mana semua orang adalah individu2 yang penting dan memiliki peran yang sama besarnya. Semua orang telah dianugerahi talenta, telah dianugerahi identitas, telah dianugerahi semua hal yang melekat pada dirinya. semuanya dianugerahkan agar setiap orang mampu memenuhi peranya di dalam dunia ini. Di mana peran semua orang penting untuk mengelola dunia ini menuju kesejahteraan setiap umat manusia.

GKN artinya kita menerima bahwa kita punya kelebihan dan kekurangan, dan setiap orang juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan yang diberikan untuk suatu maksud, maksud yang tidak mampu  idefinisikan oleh akal budi manusia yang lemah ini dan bukan hak manusia untuk tahu. Dengan itu berarti kita tidak lagi perlu meratapi kelemahan kita, tidak perlu lagi menyombongkan kelebihan kita, tidak perlu lagi menggunjingkan kelemahan orang lain, tidak perlu lagi menjadi tuhan atas sesama kita, tidak perlu lagi mengucilkan diri sendiri ato orang lain, karena kita berharga bukan karena kita atau karena orang lain; tapi, kita berharga karena kita memang diciptakan seperti itu. Kita berharga dan orang lain juga berharga, itu adalah hal yang tidak perlu kita pergunjingkan lagi, dan kita semua diciptakan untuk satu tujuan bersama. Artinya, sekarang saatnya kita mencari tahu kebenaranya, apa sih yang kita miliki (kelebihan dan kekurangan), apakah maksud dan tujuan kita ada di dunia, dan bagaimana caranya mengembangkan apa yang kita miliki untuk mencapai tujuan tersebut. Bagaimana dengan orang lain? Tentunya mereka juga punya tujuan dan peran masing2. Peran yang bukan merupakan hak kita untuk menentukan, karena bukan kita yang menciptakan mereka. Yang terpenting adalah kita mendorong semua orang untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangan mereka dan tujuan mereka ada. Karena panggilan hidup setiap orang berbeda, dan bukan hak kita untuk menentukan karena bukan kita yang menciptakan kita.. kalo kata August Rush “The music is all around, all you need to do is listen”.

GKN dan INdonesia?

Indonesia adalah sebuah negeri yang kaya, bahkan famille d’accueil (house family) saya di Strasbourg mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dan negara yang muda yang harusnya lebih energik lagi untuk jadi setara dengan negara2 maju yang sudah jauh lebih tua. Mungkin seringkali kita bertanya2 “Duh, apa yang salah yah sama Indonesia?”, “Ah negara ini mah udah susah nih untuk dibenerin..”, “Gw bisa apa sih…” Dan banyak lagi gerutu-menggerutu, keluh-mengeluh, ratap-meratap, salah-menyalahkan.. Tapi sadar atau engga, kita diciptakan sebagai orang Indonesia, tentunya dengan tujuan. Pikirin deh, kalo emang kita ga ada artinya di negara ini, knapa ga kita dilahirin di negara lain aja?

“Indonesia adalah negara yang kaya dan negara yang muda yang harusnya lebih energik lagi untuk jadi setara dengan negara2 maju yang sudah jauh lebih tua.”

Kenapa kita HANYA sibuk membandingkan diri dengan negara lain tanpa melihat kelebihan dan kekurangan kita. Sebenarnya potensi kita apa, kelebihan kita apa, dan gimana cara ngembanginya. Lebih dalam lagi, saya sebagai orang Indonesia peran saya apa? Tentunya peran yang sesuai dengan kelebihan dan kekurangan dengan menyadari bahwa semua peran penting. Peran2 yang penting untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia yang sudah jelas ada di Mukadimah UUD 45. Yang saya tangkap adalah untuk mencapai kesejahteraan bangsa Indonesia. Untuk apa sih kesejahteraan bangsa Indonesia? Supaya setiap orang bisa sejahtera dalam memenuhi tujuan keberadaanya. Kesejahteraan bukan hanya berkaitan dengan kemakmuran fisik, tapi bagi saya merupakan juga keberhasilan saya memenuhi tujuan keberadaan saya.

Untuk apa sih negara Indonesia ada? Menurut saya negara ada sebagai “brotherhood” ato “fratérnité” yang menjamin bahwa setiap orang mampu menemukan tujuan keberadaanya dan mampu mengembangkan segala sesuatu yang ia miliki untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai warga negara kita harus saling “menjaga punggung” agar orang2 di sekitar kita terus terdorong untuk mencari tau kebenaran dari tujuan keberadaanya dan memastikan bahwa kebutuhanya terpenuhi untuk memenuhi peran tersebut. Tentunya dengan tetap menyadari bahwa setiap orang punya kelemahan, hal yang manusiawi kalo seorang manusia berbuat kesalahan.

Untuk menjamin hal tersebut tentunya Indonesia harus menempatkan dirinya sejajar dengan bangsa lain, tidak lebih rendah ato lebih tinggi. Indonesia punya peranya sendiri di dunia ini, peran yang sangat penting, sama seperti peran negara2 lain. Peran yang berbeda, sesuai dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki negara kita. Apa sih kelebihan dan kekurangan kita? Apa sih peran kita? Itulah yang harus kita selami, itulah yang harus kita banggakan dan perjuangkan.

Antar elemen masyarakat tidak perlu lagi ada perasaan superior atau inferior. semua elemen penting. Tidak perlu merasa malu kalau memang tidak mampu, tidak perlu merasa malu kalau memang butuh bantuan orang lain. Tidak perlu merasa hebat kalau bisa melakukan sesuatu. Karena kita semua satu kubu di sini, kubu “Indonesia” dengan tujuan bersama. Satu elemen tidak lebih penting dari lainya. Karena keberadaan setiap orang ada tujuanya. Elemen yang satu harus menjaga yang lainya, karena elemen lainya tidak sempurna. Tujuan itulah yang harus kita selami.

Banyak orang yang mengartikan bahwa GKN adalah hanya program kerja Kabinet KM ITB 09/10. Hanya pemikiran rumit sebagian orang saja. Sebenarnya GKN adalah hal yg kita temukan di mana2. GKN adalah mencari tahu tujuan keberadaan kita dan bagaimana berkolaborasi untuk saling menjaga, untuk saling mendorong dalam mencapai tujuan masing2. GKN mengajar saya untuk fokus pada tujuan, bukan pada metode atau bungkus.

Ayo fokus pada tujuan keberadaan kita dan belajar untuk memahami bahwa terlepas dari apa yang dilakukan dunia ini kepada kita, kita berharga karena kita diciptakan berharga. Ayo saling mengempower untuk mencari tahu dan memperjuangkan panggilan hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s